Takayuki Ueda Ceo INPEX Mendapat Pujian Dari Presiden Prabowo

Saumlaki.Newstanimbar.com – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meresmikan pelaksanaan Groundbreaking yang berlangsung di wilayah Desa Lermatang, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku pada Kamis siang 16 Juli 2026.

Hadir dalam kegiatan groundbreaking yakni Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan jajaran Kementerian, Presiden dan CEO Corporation PT. INPEX Takayuki Ueda, Menteri Agraria dan Tata Ruang Nusron Wahid, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Prof Dr. Rahmat Pambudy,M.S. Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI Purnawirawan Dudung Abdurrahman, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa berserta jajaran Forkopimda, Provinsi Maluku, Panglima Kodam, Kapolda, Kepala Kejaksaan, Bupati Kepulauan Tanimbar Ricky Jauwerissa, Bupati Maluku Barat Daya, Benyamin Thomas Noah, Kepala SKK MIGAS Joko Siswato, Direktur Utama PT. Pertamina Simon Aloysius Mantiri, Insan Pers dan para tamu undangan lainnya.

Presiden dan CEO PT INPEX Corporation Takayuki Ueda dalam Acara Groundbreaking mendapatkan pujian, apresiasi dan penghargaan khusus dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Pada acara Groundbreaking (Peletakan batu pertama) Proyek Strategis Nasional LNG Abadi Marsela di Wilayah Desa Lermatang, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku, Presiden Prabowo secara khusus memuji Takayuki Ueda yang mampu menyampaikannya dalam bahasa Indonesia.

Presiden dan CEO PT. INPEX Corporation Takayuki Ueda dalam sambutannya mengatakan, Proyek energi abadi resmi memulai tahapan peletakan batu pertama sebagai tonggak penting dalam memperkuat ketahanan energi Nasional dan mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Indonesia, khususnya di wilayah Maluku.

“Proyek ini memiliki kapasitas produksi 9,5 juta ton pertahun dan diperkirakan menyumbang 137,7 miliar USD bagi ekonomi Nasional. Fase puncak konstruksi diprediksi akan menyerap hingga 12.000 tenaga kerja dengan target minimal 20% partisipasi pekerja lokal. Selain Indonesia proyek ini berperan vital bagi ketahanan energi di Jepang dan kawasan Indo-Pasifik untuk jangka waktu 40 hingga 50 tahun ke depan. Pengembangan proyek berkomitmen pada penghormatan budaya lokal serta pemberdayaan masyarakat melalui program pendidikan dan kesehatan. Kolaborasi erat antara Pemerintah Pusat, Daerah dan Pemangku kepentingan menjadi kunci keberhasilan implementasi proyek ini,”ujar Takayuki Ueda.

Pelaksanaan Groundbreaking fasilitas Energi Abadi sebagai tanda dimulainya babak baru proyek. Penyelesaian dampak sosial akan dilakukan sesuai dengan Rekomendasi Tim Terpadu yang dipimpin oleh Pemerintah Provinsi Maluku. Hari ini dalam kegiatan Groundbreaking untuk menyaksikan pelaporan Abadi Energi Facilities sebagai tonggak penting yang mencerminkan kerjasama erat antara Pemerintah Indonesia dan semua pemangku kepentingan serta dampaknya dalam memperkuat keamanan energi Nasional dan mendorong pembangunan berkelanjutan. (Red)