Sat Polair Polres Kepulauan Tanimbar Perketat Pengamanan Debarkasi di Area Pelabuhan
Saumlaki.Newstanimbar.com – Jajaran Satuan Polisi Perairan (Sat Polair) Polres Kepulauan Tanimbar terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan prima serta menjamin rasa aman bagi Masyarakat pengguna jasa transportasi laut.
Langkah ini dibuktikan dengan pelaksanaan pengamanan ketat terhadap aktivitas debarkasi (penurunan penumpang) angkutan laut antar-pulau, KM. Sumber Tani, yang bersandar di Pelabuhan Rakyat Kompleks Tanimbar Raya, Saumlaki, Kecamatan Tanimbar Selatan pada, Selasa (16/06/26).
Kapolres Kepulauan Tanimbar AKBP Ayani, S.P., S.I.K., M.H., melalui Kasat Polair Ipda Simon Nusmese, S.H., menegaskan bahwa kehadiran Personel di lapangan merupakan bentuk upaya preventif untuk mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) serta memastikan keselamatan pelayaran.
“Fokus utama Kami di lapangan untuk menjaga keselamatan para penumpang saat turun dari kapal, serta mengingatkan nahkoda agar selalu memperhatikan daya tampung demi mencegah kelebihan muatan yang membahayakan,” terang Kasat Polair.
Tercatat sebanyak 40 (empat puluh) Orang penumpang yang turun dari kapal tersebut dalam keadaan aman. Personel di lapangan tampak bersiaga pada area dermaga dan tangga kapal untuk membantu mengatur arus penurunan penumpang guna mencegah terjadinya desak-desakan serta menjaga stabilitas Kamtibmas di area pelabuhan.
Selain pengawalan fisik pada tangga kapal, Personel Sat Polair juga aktif memberikan imbauan humanis kepada para Awak Kapal (ABK) dan penumpang. Masyarakat diingatkan untuk selalu waspada terhadap perubahan cuaca ekstrem di perairan Maluku, serta memastikan ketersediaan alat keselamatan seperti life jacket atau pelampung di dalam armada.
Proses debarkasi KM. Sumber Tani dilaporkan berjalan dengan aman, tertib dan kondusif tanpa adanya penumpukan maupun gangguan keamanan yang berarti. Kehadiran aktif Aparat Kepolisian ini mendapat apresiasi langsung dari para penumpang maupun penyedia jasa angkutan laut yang merasa aman dan terbantu selama proses aktivitas di pelabuhan. (NT.01)
